ENTOMOLOGI MEDIS
Dosen: Inayah
hayati.S,si.M.Pd

Di
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 3
1.
Anas kanedi
2.
Rahmatul aina
3.
Tri sakti
4.
Yesi angrilia
5.
Dwi levina
6.
Jely fernanda
Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa Bengkulu
Tahun ajaran 2016/2017
KATA PENGANTAR
Segala puji
syukur saya panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat kepada Kami, sehingga Kami dapat menyelesaikan makalah “pentitera widal” ini sebagai tugas terstruktur dari ibu Inayah hayati.S,si.M.Pd Semoga
makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi para
pembaca.
Walaupun telah berusaha semaksimal
mungkin, Kami merasa bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu,Kami sangat
mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih.
Bengkulu 01 Maret 2016
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................ 1
A.Latar Belakang................................................................................................................ 1
B.Tujuan Penulisan.............................................................................................................. 1
BAB II Pembahasan.......................................................................................................... 2
A.Pengertian........................................................................................................................ 2
B. Klasifikasi....................................................................................................................... 2
1. Pediculosis
humanus Kapitis...................................................................................... 2
2. Pedikulosis humanus Korporis................................................................................... 6
3.
Pedikulosis humanus pubis......................................................................................... 7
BAB III Penutup.................................................................................... 8
A.kesimpulan.......................................................................................... 8
B.Saran................................................................................................................................ 8
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................... 9
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Perjuangan manusia
melawan gangguan serangga(Arthropoda pengganggu) sudah dimulai semenjak ia tercipta
di muka bumi ini. Sebagian serangga menyerang manusia dan hewan ternak baik
secara langsung dengan menghisap darahnya, maupun tidak langsung sebagai
penular berbagai jenis penyakit atau sebagai pengganggu dengan caranya
“nimbrung”/ menempel pada inangnya sehingga menimbulkan gangguan fisik pada
inangnya. Beberapa jenis serangga diantaranya yaitu
lalat, nyamuk, kutu, pinjal, caplak, tungau dan lain-lain.
Kutu termasuk dari ordo
phithiraptera, yang ditandai dengan tubuh yang pipih dorsoventral, tidak
bersayap dan bagian tubuh terdiri dari kepala, toraks dan abdomen. Ordo Phithiraptera
mempunyai empat sub ordo yaitu subordo Amblycera dan subordo ischnocera yang
merupakan kelompok kutu penggigit (tidak menghisap darah) dan umumnya ditemui
pada hewan. Selain itu subordo Rhynchophthirina dan subordo Anoplura merupakan
kutu penggigit sekaligus penghisap darah. Dari keempat subordo itu Anoplura
merupakan subordo yang mempunyai peranan yang penting dan berpengaruh bagi
kesehatan dengan spesiesnya antara lain Pediculus humanus capitis (kutu
kepala), pediculus humanus corporis (kutu badan),phthirus humanus pubis (kutu kemaluan).
Pedikulosis ialah infeksi kulit atau rambut
padamanusia yang disebabkan oleh pedikulus (termasuk family pediculidae),
selain menyerang manusia, penyakit ini juga menyerang binatang, oleh karena itu
dibedakan pediculus humanus dengan pediculus animalis. Pediculus ini merupakan
parasit obligat artinya harus menghisap darah manusia untuk dapat
mempertahankan hidup.
B.Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dari makalah ini ialah sebagai
berikut:
a. Untuk mengetahui
semua yang berkaaitan dengan Pedukulosis, baik dari klasifikasi, morfologi, siklus hidup,epidemiologi, hospes,
penyakit yang disebabkan, gejala penyakit, cara penularan, pencegahan, dan
pengobatannya.
b. Untuk meningkatkan
pengetahuan kami, baik dari cara penulisan Karya Ilmiah, juga dari isi yang
terkandung dari makalah ini.
c. Untuk dijadikan
langkah pengendalian atau pencegahan dari serangan parasit ini.
d. Untuk memenuhi
tugas kuliah Parasitologi
BAB II
Pembahasan
A.Pengertian
·
Infeksi kutu yang mengenai kepala, badan, dan pubis
(mengenai daerah-darah yang berambut )
·
Infeksi kulit atau rambut pada manusia yang disebabkan
parasit obligat pediculus humanis
B. Klasifikasi
1. Pediculosis humanus Kapitis
Ø Klasifikasi Pediculus humanus capitis (Kutu rambut)
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insekta
Ordo : Phthriraptera
Family : Pediculidae
Genus : Pediculus
Species : Pediculus humanus capitis
Ø Morfologi Pediculus humanus capitis
Kutu rambut
jantan berukuran 2mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V”. Sedangkan kutu
rambut betina berukuran 3mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V” terbalik.
Pada ruas abdomen terakhir mempunyai lubang kelamin di tengah bagian dorsal dan
2 tonjolan genital di bagian lateral yang memegang rambut selama melekatkan
telur. Jumlah telur yang diletakkan selama hidupnya diperkirakan 140 butir.
Telur :Telur berwarna putih mempunyai
oper culum 0,6-0,8 mm disebut “nits”. Telur memiliki perekat yang disebut cement.Bentuknya lonjong dan memiliki perekat,
sehingga dapat melekat erat pada rambut. Pada stadium nimfa tumbuh dan
bertukar kulit (molting) 3 x dalam wlaktu 3-9 hari menjadi nimfa instar satu,
dua, tiga dan berubah menjadi kutu dewasa dengan ukuran maksimal 4,5 mm. Kutu
jantan maupun betina menghisap darah inang setiap saat sejak stadium nimfa
hingga dewasa.
Ø Siklus Hidup Pediculus humanus capitis
Telur nimfa
Imago (dewasa)
Kutu bereproduksi secara seksual, dengan
fertilisasi internal. Umumnya bersifat diesis (ada jantan dan ada betina). Kutu betina akan
menghasilkan telur 6-10 per hari.Telur akan menetas menjadi nimfa dalam
waktu kurang lebih seminggusesudah dikeluarkan oleh induk kutu
rambut. Sesudah mengalami 3 kali pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi
kutu rambut dewasa dalam waktu 7-14 hari. Dalam keadaan cukup makanan kutu
rambut dewasa dapat hidup 19 hari lamanya.
Ø Hospes dari (Pediculus Humanus Capitis)
Kutu rambut ini merupakan ektroparasit bagi manusia.
Tempat-tempat yang disukainya adalah rambut bagian belakang kepala, yang paling
sering menggigit pada bagian belakang kepala dan kuduk. Gigitannya akan
menyebabkan iritasi pada kulit yang disebabkan oleh air liur yang dikeluarkan
pada waktu menghisap darah penderita.
Tiap
manusia memiliki kepekaan yang berlainan. Lesi kutan yang ditimbulkan oleh
gigitan Pediculus humanus capitismemberikan reaksi yang sangat
gatal. Menggaruk besar menambah peradangan dan karena infeksi sekunder oleh
bakteri terbentuklah pustel crusta dan proses penanahan. Rasa gatal merupakan
gejala pertama dan yang paling penting, tanda bekas garukan merupakan tanda
yang khas.
Kutu
rambut kepala hidup berkembang biak pada rambut kepala lebih suka pada rambut
yang kotor, lembab, jarang disisir dan dikeramas. Menginfeksi manusia yang
tidak menjaga kebersihan rambut kepala.
Kutu
rambut kepala dapat bergerak dengan cepat dan mudah berpindah dari satu hospes
ke hospes lain. Mudah ditularkan melalui kontak langsung atau dengan perantara
barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya sisir, sikat rambut, topi dan
lain-lainnya. Sangat banyak ditemukan diantara anak sekolah terutama
gadis-gadis yang kurang menjaga kebersihan rambut kepala.
Nama Penyakit yang disebabkan oleh (Pediculus
Humanus Capitis)
Penyakit yang disebabkan
oleh Pediculus Humanus Capitisialah penyakit Pedikulosis
a.Definisi
·
Infeksi kulit dan rambut kepala yang disebabkan oleh
pediculus humanus var capitis (Ronny P Handoko)
·
Pedikulosis kapitis merupakan infestasi kutu kepala
atau tuma yang disebut pediculus humanus capitis pada kulit kepala. (Brunner
& Suddarth)
Tuma betina akan meletakkan telurnya (nits) di dekat kulit kepala. Telur ini akan melekat erat pada batang rambut dengan suatu substansi yang liat. Telur ini akan menetas menjadi tuma muda dalam waktu sekitar 10 hari dan mencapai maturitasnya dalam tempo 2 minggu.
Tuma betina akan meletakkan telurnya (nits) di dekat kulit kepala. Telur ini akan melekat erat pada batang rambut dengan suatu substansi yang liat. Telur ini akan menetas menjadi tuma muda dalam waktu sekitar 10 hari dan mencapai maturitasnya dalam tempo 2 minggu.
b. Etiologi
JANTAN. BETINA
·
Infeksi kulit ini disebabkan oleh pediculus humanus
var capitis.
·
Penyakit ini terutama menyerang anak-anak usia muda
dan cepat meluas dalam lingkungan hidup yang padat, misalnya di asrama dan panti
asuhan.
·
Kondisi hygiene yang tidak baik, misalnya jarang
membersihkan rambut atau rambut yang relative susah dibersihkan (rambut yang
sangat panjang pada wanita).
c. Epidemiologi
·
Kutu ini mempunyai 2 mata dan 3 pasang kaki, berwarna
abu-abu dan kemerahan jika telah menghisap darah.
·
Terdapat 2 jenis kelamin ialah jantan dan betina, yang
betina dengan ukuran panjang 1,2-3, mm dan lebar kurang lebih ½ panjangnya,
jantan lebih kecil dan jumlahnya sedikit.
·
Siklus hidupnya melalui stadium telur, larva, nimfa
dan dewasa.
·
Telur (nits) diletakkan di sepanjang rambut dan
mengikuti tumbuhnya rambut, yang berarti makin keujung terdapat yang lebih
matang.
d. Cara penularan
·
Melalui perantara benda:
· Pakaian
· Sisir
· Sikat yang dipakai bersama
· Wig
· Topi
· Perangkat tempat tidur yang terinfeksi
· Pakaian
· Sisir
· Sikat yang dipakai bersama
· Wig
· Topi
· Perangkat tempat tidur yang terinfeksi
e. Pathogenesis
Kelainan kulit yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal. Gatal tersebut timbul karenapengaruh liur dan ekskreta dari kutu yang dimasukkan kedalam kulit waktu menghisap darah.
Kelainan kulit yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal. Gatal tersebut timbul karenapengaruh liur dan ekskreta dari kutu yang dimasukkan kedalam kulit waktu menghisap darah.
f. Gejala klinis
·
tuma paling sering ditemukan di sepanjang bagian
posterior kepala dan di belakang telinga.
·
Telur tuma ini dapat dilihat dengan mata telanjang
sebagai benda yang berbentuk oval, mengkilap dan berwarna perak yang sulit
dilepas dari rambut.
·
Gigitan
serangga ini menyebabkan rasa gatal yang hebat dan garukan yang dilakukan untuk
menghiulangkan gatal seringkali menimbulkan infeksi bakteri sekunder seperti
impetigo serta furunkulosis.
·
Infestasi tuma lebih sering ditemukan pada anak-anak
dan orang yang berambut panjang.
Gejala yang muncul:
Gejala yang muncul:
·
Rasa gatal, terutama pada daerah oksiput dan temporal
serta dapat meluas ke seluruh kepala.
·
Karena garukan, dapat terjadi erosi, ekskioriasi, dan
infeksi sekunder (pus, krusta)
·
Bila infeksi sekunder berat, rambut akan bergumpal
disebabkan oleh banyaknya pus dan krusta (plikapelonika)dan disertai pembesaran
kelenjar getah bening regional (oksiput dan retroaurikular). Pada keadaan
tersebut kepala memberikan bau yang busuk.
g. Diagnosis banding
·
Tinea kapitis
·
Pioderma (impetigo krustosa)
·
Dermatitis seboroika
h. Prognosis
Prognosis baik bila hygiene diperhatikan
Prognosis baik bila hygiene diperhatikan
i. Pengobatan
·
Pengobatan bertujuan memusnahkan semua kutu dan telur
serta mengobati infeksi sekunder.
·
Menurut kepustakaan, pengobatan terbaik ialah secara topical
dengan malathion 0,5 % atau 1 dalam bentuk losio atau spray
caranya: malam sebelum tidur rambut dicuci dengan sabun kemudian dipakai losio malathion, lalu kepala ditutup dengan kain. Keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan sabun lalu disisir dengan sisir yang halus dan rapat (serit. Pengobatan ini dapat diulang lagi seminggu kemudian, jika masih terdapat kutu atau telur. Obat tersebut sulit didapat
caranya: malam sebelum tidur rambut dicuci dengan sabun kemudian dipakai losio malathion, lalu kepala ditutup dengan kain. Keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan sabun lalu disisir dengan sisir yang halus dan rapat (serit. Pengobatan ini dapat diulang lagi seminggu kemudian, jika masih terdapat kutu atau telur. Obat tersebut sulit didapat
·
Di Indonesia obat yang mudah didapat dan cukup efektif
adalah krim gama benzene heksaklorida (gameksan=gammexan) 1 %. Cara
pemakaiannya adalah: setelah dioleskan lalu didiamkan 12 jam, kemudian dicuci
dan disisir dengan serit agar semua kutu dan telur terlepas. Jika masih
terdapat telur, seminggu kemudian diulangi dengan cara yang sama.
·
Obat lain adalah zil benzoate 25 %, dipakai dengan
cara yang sama.
·
Pada keadaan infeksi sekunder yang berat sebaiknya
rambut dicukur, infeksi sekunder dionati dulu dengan antibiotic sistemik dan
topical. Dan kemudian disusul dengan pemberian oabat dia atas dalambentuk
shampoo. Hygiene merupakan syarat agar tidak terjadi residif.
2. Pedikulosis humanus Korporis
a. Definisi
Infestasi kutu pedikulosis humanus korporis pada badan (Ronny P Handoko)
a. Definisi
Infestasi kutu pedikulosis humanus korporis pada badan (Ronny P Handoko)
b. Etiologi
Pediculus humanus var corporis mempunyai jenis kelamin, yakni jantan dan betina, yang betina berukuran panjang 1,2-4,2 mm dan lebar kira-kira setengah panjangnya, sedangkan yang jantan lebih kecil. Siklus hidup dan warna kutu ini sama dengan yang ditremukan pada kepala.
c. Epidemiologi
Penyakit ini biasanya menyerang orang dewasa terutama pada orang dengan hygiene yang buruk, misalnya penggembala,disebabkan mereka jarang mandi atau jarang mengganti dan mencuci pakaian. Maka itu penyakit ini sering disebut penyakit vagabond. Hal ini disebabkan karena kutu tidak melekat pada kulit, tetapi pada serat kapas di sela-sela lipatan pakaian dan hanya transien ke kulit untuk menghisap darah. Penyebaran penyakit ini bersifat kosmopolit, lebih sering pada daerah beriklim dingin karena orang memakai baju tebal serta jarang dicuci
.
d. Cara penularan
d. Cara penularan
·
Melalui pakaian
·
Pada orng yang dadanya berambut terminal kutu ini
dapat melekat padarambut tersebut dan dapat ditularkan melalui kontak langsung.
e. Pathogenesis
Kelainan kulit yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal. Rasa gatal ini diebabkan oleh pengaruh liur dan ekskreta dari kutu pada waktu menghisap darah.
Kelainan kulit yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal. Rasa gatal ini diebabkan oleh pengaruh liur dan ekskreta dari kutu pada waktu menghisap darah.
f. Gejala klinis
· Umumnya hanya ditemukan kelainan berupa bekas-bekas garukan pada badan, karena gatal baru berkurang dengan garukan yang lebih intensif.
· Kadang timbul infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional.
· Umumnya hanya ditemukan kelainan berupa bekas-bekas garukan pada badan, karena gatal baru berkurang dengan garukan yang lebih intensif.
· Kadang timbul infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional.
g. Diagnose banding
Neurotic excoriation
h. Prognosis
Baik dengan menjaga hygiene
i. Pengobatan
·
Krim gameksan 1 % yang dioleskan tipis di seluruh
tubuh dan didiamkan 24 jam, setelah itu penderita disuruh mandi. Jika masih
belum sembuh diulangi 4 hari kemudian.
·
Obat lain adalah emulsi benzyl benzoate 25 % dan
bubukn malathion 2 %.
·
Pakaian agar direbus atau disetrika, maksudnya untuk
membunuh telur atau kutu. Jika terdapat infeksi sekunder diobati dengan
antibiotic secara sistemik dan topical.
3. Pedikulosis humanus pubis
a. Definisi
Pediculosis pubis adalah infeksi rambut di daerrah pubis dan di sekitarnya karena phthirus pubis.
Pediculosis pubis dulu dianggap phthirus pubis secara morfologis sama dengan pediculus, maka itu dinamakan pediculus pubis. Ternyata morfologi keduanya berbeda, phthirus pubis lebih kecil dan pipih.
b. Etiologi
Kutu ini juga mempunyai jenis kelamin, yang betina lebih besar daripada yang jantan. Panjang sama dengan lebar 1-2 mm.
c. Epidemiologi
·
Penyakit ini menyerang orang dewasa dan edapat
digolongkan dalam penyakit akibat hubungan seksual (P. H. S. )
·
Serta dapat pula menyerang jenggot dan kumis
·
Infeksi ini juga bias terjadi pada anak-anak, yaitu di
alis atau bulu mata (misalnya blefaritis) dan pada tepi batas rambut kepala.
d. Cara penularan
Umumnya dengan kontak langsung
Umumnya dengan kontak langsung
e. Gejala klinis
·
Gejala yang terutama adalah gatal di daerah pubis dan
sekitarnya. Gatal ini dapat meluas kedaerah abdomen dan dada, di situ dijumpai
bercak-bercak yang berwarna abu-abu atau kebiruan yang disebut macula serulae.
Kutu ini dapat dilihat dengan mata telanjangn dan susah untuk dilapaskan karena
kepalanya dimasukkan ke dalam muara folikel rambut.
·
Black dot yaitu adanya bercak-bercak hitam yang tampak
jelas pada celana dalam berwarna putih yang dilihat oleh penderita pada waktu
bangun tidur.
Bercak hitamini merupakan krusta berasal dari darah yang sering diinterpretasikan salah sebagai hematuria.
Bercak hitamini merupakan krusta berasal dari darah yang sering diinterpretasikan salah sebagai hematuria.
·
Kadang-kadang terjadi infeksi sekunder dengan
pembesaran kelenjar getah bening.
f. Diagnosis banding
·
Dermatitis seboroika
·
Dermatomikosis
g. Prognosis
Gejala gatal yang ditimbulkan sama dengan proses pada pedikulosis.
Gejala gatal yang ditimbulkan sama dengan proses pada pedikulosis.
h. Pengobatan
·
Krim gameksan 1 %
·
Emulsi benzyl benzoate 25 % yang dioleskan kemudian
didiamkan selama 24 jam. Pengobatan diulangi 4 hari kemudian jika belum sembuh.
·
Sebaiknya rambut kelamin dipotong
·
Pakaian dalam direbus atau disetrika
Mitra seksual juga
harus diperiksa jika perlu diobati.
BAB III
Penutup
A.kesimpulan
Pedikulosis ialah infeksi kulit atau rambut
padamanusia yang disebabkan oleh pedikulus (termasuk family pediculidae),
selain menyerang manusia, penyakit ini juga menyerang binatang, oleh karena itu
dibedakan pediculus humanus dengan pediculus animalis. Pediculus ini merupakan
parasit obligat artinya harus menghisap darah manusia untuk dapat
mempertahankan hidup.
B.Saran
Sebaiknya kepada para pembaca memahami
isi makalah ini, sehingga para pembaca dapat mengerti apa isi makalah ini, tapi
tidak hanya mengerti akan isi makalah ini tetapi pembaca juga akan mendapatkan
suatu ilmu yang sangat bermanfaat yang nantinya dapat digunakan dalam proses
balajar mengajar
DAFTAR PUSTAKA
Brunner &
Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Jakarta: EGC
Djuanda, Adhi. 1993. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 3. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3, Jilid 3. Jakarta: Media Aesculapius
Djuanda, Adhi. 1993. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 3. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3, Jilid 3. Jakarta: Media Aesculapius
Anonim, 2004. Teori Parasitologi.
Semarang: Akademi Analisis Kesehatan. Universitas
Muhamadiyah Semarang.
Brown, H. W, 1983. Dasar Parasitologi
Klinik. Jakarta: PT. Gramedia
Ganda Husada, S, 1992. Parasitologi
Kedokteran. Jakarata: Fakultas Kedokteran.
Garcia & Bruener, 1986. Diagnosa
Parasitologi Kedokteran. Cetakan 1. Jakarta: EGC.
Prabu, B.D.R, 1990. Penyakit-penyakit
Infeksi Umum. Edisi I. Jakarta: Widya Medica.
Soedarto, 1983. Ontemologi
Kedokteran. Surabaya: Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
No comments:
Post a Comment